Pengertian Jurnalistik dan Jurnalisme, Apa Bedanya?

Romeltea | Follow @romel_tea
Pengertian Jurnalistik dan Jurnalisme, Apa Bedanya?

Jurnalistik vs Jurnalisme, apa bedanya? Perbedaan jurnalistik dan jurnalisme adalah yang satu pake imbuhan "istik" dan yang kedua pake "isme".

Mari kita bedah secara bahasa.

Jurnal (journal) artinya laporan, yakni laporan peristiwa atau kejadian --disebut berita (news). Pelakunya atau yang melaporkan berita itu disebut jurnalis alias wartawan.

Istik artinya "hal ihwal" atau "yang berkaitan dengan sesuatu". Jadi, jurnalistik artinya "yang bekaitan dengan laporan".

Dalam bahasa Indonesia sebenarnya tidak dikenal imbuhan "istik". Yang ada adalah imbuhan -ik untuk menunjukkan kata sifat, seperti linguistik dan karakteristik.

Isme (ism) artinya paham atau ajaran, seperti pada nasionalisme atau patriotisme. Jadi, jurnalisme artinya "paham atau ajaran tentang laporan".

Asal-Usul Kata Jurnalistik

Istilah jurnalistik berasal dari nama sebuah media berupa papan pengumuman --semacam majalah dinding (mading)-- pada zaman Romawi Kuno, yaitu Acta Diurna.

Acta Diurna ini berisi catatan serta ulasan mengenai kejadian seharihari di kehidupan masyarakat. Media ini diyakini sebagai cikal-bakal surat kabar atau koran. 

Dari Acta Diurna kemudia muncul kata du jour (bahasa Perancis) dan journal (bahasa Inggris) yang berarti hari, catatan harian, atau laporan.

Pengertian Jurnalistik dan Jurnalisme

Jadi, apa Pengertian Jurnalistik dan Jurnalisme? Pengertian, makna, atau definisi kedua istilah ini sama. Keduanya merujuk pada hal yang sama, yakni merujuk pada aktivitas atau proses pelaporan berita yang dilakukan wartawan melalui media massa.

Tidak ada definisi yang spesifik membedakan dan memisahkan kata jurnalistik dan jurnalisme. Pada dasarnya kedua kata tersebut memiliki pengertian yang sama. 

Jurnalisme, menurut McDougall, merupakan suatu proses menghimpun berita, mencari fakta dan melaporkan peristiwa. Jurnalistik merujuk pada sifat atau yang bersifat jurnal. 

Hal yang bersifat jurnal yaitu seperti teknis dari kepenulisan, wawancara ataupun reportase yang sesuai dengan kaidah jurnalistik dan/atau ilmu komunikasi massa.

Ketika ditemukan mesin cetak Johannes Guttenberg, muncul istilah press (pers) yang sebenarnya berasal dari kata pressing sebagaimana mesin tersebut bekerja. 

Pengertian pers lalu berkembang menjadi:
  • Usaha percetakan atau penerbitan;
  • Usaha pengumpulan dan penyiaran berita;
  • Penyiaran berita melalui media massa cetak dan elektronik;
  • Orang-orang yang bergerak dalam penyiaran berita;
  • Medium penyiaran berita, yakni media cetak dan elektronik. (KBBI)

Pada akhirnya, penggunaan kata jurnalisme dengan jurnalistik dapat dipertukarkan, karena sebagian besar pakar komunikasi menggunakan kedua istilah tersebut untuk ruang lingkup yang sama.

Itu dia pengertian jurnalistik dan jurnalisme, serta perbedaannya. Hanya besa susunan kata, sedangkan pengertiannya sama.

Proses Jurnalistik: Cara Kerja Wartawan

Jurnalistik (jurnalisme) adalah proses dan teknik pengumpulan, penulisan, penyuntingan, dan publikasi berita melalui media massa.

1. Pengumpulan (collecting) 

Pengumpulan berita maksudnya adalah pengumpulan bahan berita. Ini terangkum dalam teknik reportase --observasi (pengamatan langsung ke tempat kejadian), wawancara, dan riset data (studi literatur).

2. Penulisan (writing) 

Penulisan berita yaitu penyusunan naskah berita berupa rekonstruksi periswa dengan menyusun fakta-fakta yang terangkum dalam 5W+1H (What/Apa, Who/Siapa, When/Kapan, Where/Di mana, Why/Mengapa, dan How/Bagaimana) dan lazimnya mengikuti gaya penulisan piramida terbalik --mengedepankan informasi terpenting.

3. Penyuntingan (editing) 

Penyuntingan berita yaitu revisi atau koreksi naskah berita dari segi redaksional (tata bahasa) dan substansial (isi/data). Revisi redaksional berdasarkan bahasa jurnalistik dan etika pemberitaan. Revisi substansial yaitu verifikasi data, fakta, cek dan ricek tentang akurasi data.

4. Publikasi (publishing) 

Publikasi berita yaitu penyebarluasan berita melalui media --media cetak, media elektronik, dan/atau media online (cyber media, media siber, media internet).

Kilas Sejarah Jurnalistik

Sejarah jurnalistik bermula ketika muncul Acta Diurna di Romawi hingga penemuan mesin cetak di Jerman (melahirkan media cetak) dan penemuan internet di Amerika (melahirkan media online). Penemukan radio dan televisi memunculkan jurnalistik elektronik (media elektronik).

Dari jurnalistik online --sebagai generasi terbaru jurnalistik-- kini berkembang pula "anak generasi jurnalistik online" berupa jurnalistik mobil (mobile journalism) --proses jurnalistik melalui laptop, netbook, handpone, iPad, iPhone, dan sejenisnya.

Peran aktif "orang biasa" (bukan wartawan) dalam pembuatan dan penyebarluasan informasi aktual juga memunculkan "generasi lain" jurnalistik, yakni jurnalisme warga (citizen journalism).

Ruang Lingkup Jurnalistik

Teknik Reportase
Teknik Wawancara
Produk jurnalistik (Teks/Naskah, Video, Audio, Foto)
Foto jurnalistik, Jurnalistik Foto
Kode etik jurnalistik
Bahasa jurnalistik, bahasa media, bahasa pers, bahasa komunikasi massa
Gaya atau jenis jurnalistik
Manajemen redaksi
Layout, tata letak, atau reka bentuk media
Penulisan berita
Penulisan artikel opini
Penulisan feature
Struktur organisasi redaksi/media
Editing/penyuntingan naskah
Jurnalistik radio
Jurnalistik televisi
Jurnalistik online, jurnalistik internet, jurnalistik website, jurnalistik siber (cyber journalism)
Jurnalistik cetak
Jurnalisme warga
Wartawan, jurnalis, reporter, editor
Lembaga Pers
Media Massa
dll.

Previous
« Prev Post
Author Image

Romeltea
Romeltea adalah onair dan online name Asep Syamsul M. Romli aka Kang Romel. Blogger from Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Follow me: facebook twitter instagram twitter youtube

Recommended Posts

No comments on Pengertian Jurnalistik dan Jurnalisme, Apa Bedanya?

Post a Comment

No Spam, Please!

Contact Form

Name

Email *

Message *