Teknik MC: Cara Menjadi Pembawa Acara

Romeltea | Follow @romel_tea
Mau jadi MC? Berikut ini Teknik MC (Master of Ceremony). Cara Menjadi Pembawa Acara.

Teknik MC: Cara Menjadi Pembawa Acara


KESUKSESAN acara banyak ditentukan oleh pemandunya yang disebut MC (Master of Ceremony) atau pembawa acara (pewara). 

Sebuah acara bisa berjalan monoton dan membosankan jika pemandunya kurang lincah dan tanggap. Sebaliknya, sebuah acara bisa menjadi sangat menarik dan mengesankan jika pemandunya lincah, enerjik, responsif, dan bahkan bisa menyelipkan humor-humor segar di sela-sela pembicaraannya.

Penampilan pengisi acara, seperti pembicara atau pemateri, juga dipengaruhi cara MC dalam mengenalkan pembicara.

Dengan demikian, sebuah panitia acara tidak boleh sembarangan memilih pemandu acara. Mereka harus memilih orang yang qualified, bahkan profesional. 

Jika memungkinkan, mereka bisa memilih orang dari kalangan penyiar radio atau presenter televisi yang sudah terbiasa dan mahir menyajikan dan memandu sebuah acara yang disaksikan atau didengar ribuan bahkan jutaan orang.

Pengertian MC

MC adalah singkatan dari Master of Ceremony. Diucapkannya "emsi" (emcee). 

Dalam bahasa Indonesia, MC disebut Pewara --singkatan dari pembawa acara-- yaitu "pembawa acara dalam suatu upacara, pertemuan, dan sebagainya".

Mengutip Wikipedia, pembawa acara atau pranatacara adalah orang yang bertugas sebagai tuan rumah (host) sekaligus pemimpin acara dalam panggung pertunjukan, hiburan, pernikahan, dan acara-acara sejenis. 

Pembawa acara membawakan narasi atau informasi dalam suatu acara atau kegiatan, ataupun dalam acara televisi, radio dan film. 

Membawa acara termasuk komunikasi public speaking. MC berbicara di depan umum atau orang banyak. Perannya adalah mengatur jalannya acara dan memeriahkan suasana.

Syarat Jadi MC

Syarat jadi MC adalah lancar berbicara. Ia memerlukan keterampilan berbicara (speaking skills) seperti penyiar radio dan presenter televisi. Karenanya, umumnya penyiar/presenter mahir juga menjadi pewara atau emsi.

Kualifikasi ideal seorang pemandu acara antara lain :

1. Good Looking

Memiliki performance (penampilan) yang baik dan good looking atau enak dipandang. Ia harus enak dipandang dan enak didengar suaranya karena akan menjadi pusat perhatian audience. 

Untuk itu ia harus berpakaian rapi, kondisi tubuh prima, sehat, fit, fleksibel, mampu beradaptasi, dan tidak overacting.

2. Sikap

MC bersikap sebagai penghubung yang mampu menjembatani antara keinginan audience dan kepentingan penyelenggara.

Ia harus sopan dan ramah, percaya diri, tidak pemalu, tidak juga terburu-buru apalagi gugup dan tampak kebingungan. 

Untuk itu, persiapkan segalanya dengan matang, termasuk koordinasi dengan panitia terkait, menghargai waktu. Untuk itu ia harus cekatan, berbicara ringkas, dan to the point.

MC juga harus bersikap dewasa dan bertanggung jawab, tidak menimpakan kesalahan kepada orang lain, tidak juga membuka aib orang di depan audience.

Ia harus juga rendah hati dan tidak menggurui, serta mampu memotivasi pelaku kegiatan dan pendengar agar tetap bersemangat.

3. Bahasa dan Suara

Jadi MC harus memiliki kemahiran berbahasa yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah bahasa dan etika, dan memiliki perbendaharaan bahasa yang memadai, termasuk joke-joke, humor, atau ungkapan-ungkapan (pribahasa).

Vokal MC juga harus yang jelas, menggunakan bahasa yang dipahami audience. memilih kosakata yang relevan dan aktual sesuai dengan acara yang dipandu, memberikan kesan intelek, profesional, dan berwawasan.

Prinsip Berbicara dalam MC dan public speaking pada umumnya adalah rumus: B-C-A-E 
  • Brief: ringkas, to the point.
  • Clear: jelas, artikulasi bagus.
  • Audibel: dapat didengar, enak diengar. 
  • Ease: bericara lancar, mengalir.
Untuk memenuhi formula BCAE ini, Anda bisa ikut Kursus Penyiar Radio, MC, dan Podcaster di RBS.

4. Wawasan

Seorang MC harus memiliki wawasan yang luas, khususnya berkaitan dengan tema acara, sehingga bisa memberikan pengantar yang memikat dan menimbulkan interest.

Idealnya ia juga well educated, memiliki tingkat pendidikan memadai, open minded atau terbuka pada kritik dan masukan, berpengetahuan luas, rajin membaca, sehingga “tahu banyak hal”.

Kualifikasi MC ideal di atas berlaku juga bagi moderator acara diskusi, seminar, atau talkshow.

Tugas MC: Menata Acara

Menata acara sebelum acara berlangsug merupakan bagian dari tugas pemandu acara. Ia harus turut mempersiapkan segala sesuatu bagi kelancaran acara.

1. Mengecek soundsystem dan microphone yang digunakan apalah berfungsi dengan baik.
2. Mengarahkan posisi duduk audience.
3. Menyambut atau menyapa orang yang datang belakangan.
4. Membuka acara dan mengumumkan susunan acara.
5. Mengenalkan pembicara yang akan tampil.
6. Menjaga aktualitas dan kesinambungan pembicaraan antara pembicara satu ke pembicara lain untuk menjaga kondisi pikiran dan psikologis audience.

Mengenalkan Pembicara

Mengenalkan pembicara (Introducing the Speaker) berikut tema pembicaraan yang akan disampaikan adalah salah satu tugas utama seorang pemandu acara. Tujuannya agar audience tertarik, lebih siap, dan terkondisikan. 

Dengan kata lain, salah satu fungsi pengenalan adalah membangun “kesiapan mental” sehingga audience mengetahui apa yang akan mereka dengarkan.

Pengenalan hendaknya menyenangkan bagi pembicara dan hadirin. Untuk mencapai hal itu, ada formula khusus dari Dale Carnegie, penulis buku Effective Speaking, yang dinakaan “Rumus T-I-S” (the T-I-S Formula).

T = TOPIC

Awali pengenalan dengan memberikan judul yang pasti atau tema pembicaraan.

I = IMPORTANCE

Pada tahap ini, pemandu acara (MC/moderator) menjembatani topik pembicaraan atau pembicara dengan ketertarikan hadirin. Pengenalan hendaknya membuat hadirin merasa berkepentingan atau tertarik untuk menyimak pembicaraan.

S = SPEAKER

Di sini pemandu acara menyebutkan nama, identitas, dan kualifikasi pembicara, khususnya integritas keilmuan dan pengalamannya dikaitkan dengan topik pembicaraan. Sebutkan nama pembicara dengan jelas dan tegas.

Dari rumus itulah pemandu acara berpijak untuk mengembangkan imajinasinya. Jangan memakan waktu lebih dari 30-45 detik untuk mengenalkan pembicara. Buatlah singkat dan bermakna.

Contoh Pengenalan Pembicara

Example One:

Our speaker today is Patricia Nelson. Ms. Nelson is the Librarian at the Business Link : Business Service Centre. In her job she deals with small business owners and those thinking of starting a business to help them find the information they need to start or run their businesses. In her spare time she has served as a Board Member with Edmonton Community Network, and as a volunteer trainer teaching people how to use the Internet and create web pages.

Based on her knowledge, enthusiasm and experience she is eminently qualified to speak to us today about Business Resources on the Internet. Ladies and Gentleman, please welcome, Patricia Nelson…


Example two:

Pembicara kita kali ini adalah Erwin Rommel. Pak Rommel ini seorang wartawan berpengalaman di berbagai media massa, sekaligus penulis buku-buku jurnalistik. Sudah ratusan berita dan artikel ia tulis, dan tidak kurang dari delapan buku yang sudah diterbitkannya. 

Mengingat pengetahuan, wawasan, dan pengalamannya di bidang jurnalistik dan media massa, ia sangat layak berbicara di forum ini tentang “Kiat Menulis Berita dan Artikel di Media Massa”. Hadirin, kita sambut dan persilakan, Erwin Rommel…


Example three:

Sesi kita pagi ini akan membicarakan tentang Fenomena Anak Jalanan. Pembicaranya, Daniel Ahmad, seorang pengamat sosial yang sudah melakukan berbagai penelitian dan pembinaan anak-anak jalanan. Lahir di Bandung, 1 Januari 1970, Daniel Ahmad menamatkan studinya di Jurusan Sosiologi-Antropologi FISIP Unpad Bandung. Kini ia memimpin Lembaga Peduli Anak Jalanan –LPAJ, sebuah LSM yang mengurusi anak-anak jalanan di Kota Bandung.

Pengetahuan, data, dan wawasannya tentang anak jalanan, akan kita simak kali ini. Hadirin, kita persilakan Daniel Ahmad untuk menyampaikan pemikirannya tentang Fenomena Anak Jalanan, dilanjutkan dengan tanya-jawab atau dialog.

Tips Sukses Berbicara

Untuk menunjang kelancaran berbicara dalam memandu acara, berikut ini empat kunci bagi kesuksesan sebuah pembicaraan.

1. Ringkas.

Berbicaralah singkat, jelas, dan dengan penuh penghayatan. Ingat, bawalah catatan dan jangan ragu untuk menggunakannya. 

(Keep it short, keep it clean, learn it by heart. Remember to bring your notes and don't be afraid to use them!)

2. Cue card

Jika perlu, gunakan catatan bernomor seukuran kartu pos yang berisi satu kalimay atau paragraf pendek dengan tulisan yang jelas dan ditebalkan. 

(Use numbered postcard size notes with one sentence or short paragraph printed in bold clear writing on each).

3. Latihan

Latihan atau melakukan persiapan adalah sebuah kemestian. Mintalah kepada seorang teman untuk mendengarkan dan melihat Anda berlatih, atau gunakan tape rekaman dan bicaralah di depan cermin kamar mandi Anda. 

(Rehearsal is a must! Persuade a friend to listen and watch, or use a tape recorder and talk to the bathroom mirror).

4. Humor

Warnai pembicaraan Anda dengan humor segar dan lelucon berkelas untuk menghangatkan susana. (Light humor and gentle jokes).

Itu dia Teknik MC: Cara Menjadi Pembawa Acara.


Referensi:
Asep Syamsul M. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara, Penerbit Nuansa, Bandung, 2003.
Dj Dennis, “Function and Duties of the Master of Ceremonies”, ForeverWed.com
Dra. Susi Rosalina, Contoh MC & Pidato Praktis, Penerbit Amanah, Surabaya, 1991.
“Introducing the Speaker”. Summarized from “When You are the Introducer”, Toastmasters.com

Previous
« Prev Post
Author Image

Romeltea
Romeltea adalah onair dan online name Asep Syamsul M. Romli aka Kang Romel. Blogger from Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Follow me: facebook twitter instagram twitter youtube

Recommended Posts

No comments on Teknik MC: Cara Menjadi Pembawa Acara

Post a Comment

No Spam, Please!

Contact Form

Name

Email *

Message *